Sabtu, 26 April 2014

TUGAS INDIVIDU SINTAKSIS LANJUT

 

Nama    : Ria Widya Ningsih

 

Kelas    : 6C

 

 

 

Pertanyaan
   1. Apa yang membedakan antara klausa dan kalimat?
   
   2. Apa yang membedakan klausa bebas dengan klausa terikat?

   3. Apa yang membedakan kalimat tunggal dengan kalimat majemuk?



Jawaban 

1. Yang membedakan antara klausa dan kalimat adalah ada    tidaknya tanda baca diakhir kalimat. Kalau klausa tidak diakhiri dengan tanda baca diakhir kalimat. Sedangkan kalimat diakhiri dengan tanda baca. Klausa adalah gabungan dua buah kata atau lebih yang terikat oleh subjek dan predikat. Sedangkan kalimat adalah gabungan dua buah kata atau lebih yang membentuk suatu kesatuan makna minimal terdiri dari subjek dan predikat dan diakhiri tanda baca.

Contoh klausa :
Saya makan
   S       P
Contoh kalimat:
Ayah membaca koran di taman.
   S           P           O         Ket

 
 2.   Perbedaan klausa bebas dengan klausa terikat adalah:
·  klausa bebas adalah klausa yang memiliki unsur-unsur lengkap dengan sekurang-kurangnya terdiri atas subjek dan predikat, dan dapat menjadi kalimat mayor. Maksud dari kalimat mayor adalah kalimat yang sekurang-kurangnya terdiri dari dua unsur pusat.
        contoh klausa bebas:
        Nenek sedang makan
Jika diberi tanda baca diakhir kalimat sudah menjadi kalimat mayor.
·       Klausa terikat adalah klausa yang memiliki struktur tidak lengkap, bisa terdiri atas subjek saja, predikat saja, objek saja, atau keterangan saja, dan tidak dapat menjadi kalimat mayor. Klausa terikat biasanya ditandai dengan kata penghubung.
        Contoh klausa terikat:
        Ketika kami sedang belajar
   3.Yang membedakan kalimat tunggal dengan kalimat majemuk adalah dari klausa bebas yang dimilikinya. Kalau kalimat majemuk terdiri dari satu klausa bebas tanpa adanya klausa terikat. Sedangkan kalimat majemuk terdiri dari beberapa klausa bebas.

Kamis, 27 Maret 2014

TUGAS ANALISIS GAYA BAHASA DALAM PUISI



TUGAS INDIVIDU

Nama      : Ria Widya Ningsih

Kelas       : 6C




CINTA 
Kahlil Gibran




Mereka berkata tentang serigala dan tikus

Minum di sungai yang sama

Dimana singa melepas dahaga



Mereka berkata tentang helang dan hering

Menjunam paruhnya ke dalam bangkai yang sama

Dan berdamai diantara satu sama lain

Dalam kehadiran bangkai-bangkai mati itu



Oh cinta, yang tangan lembutnya

Mengekang keinginanku

Meluapkan rasa lapar dan dahaga

Akan maruah dan kebanggaan

Jangan biarkan nafsu kuat terus menggangguku

Memakan roti dan meminum anggur

Menggoda diriku yang lemah ini

Biarkan rasa lapar menggigitku

Biarkan rasa haus membakarku

Biarkan aku mati dan binasa

Sebelum kuangkat tanganku

Untuk cangkir yang tidak kau isi

Dan mangkuk yang tidak kau berkati



Dalam puisi Kahlil Gibran diatas terdapat beberapa gaya bahasa, diantaranya adalah:
a. Gaya Bahasa Asonansi

     Gaya bahasa asonansi adalah gaya bahasa berupa perulangan bunyi vokal yang sama pada suatu kata atau beberapa kata.
contohnya :
Biarkan rasa lapar menggigitku
Biarkan rasa haus membakarku
Biarkan aku mati dan binasa

Dari kutipan tersebut terdapat gaya bahasa asonansi pada kata "biarkan". kata tersebut terjadi pengulangan bunyi vokal yang sama.




b. Gaya bahasa Litotes
      Gaya bahasa litotes adalah mengecilkan atau mengurangi keadaan yang sebenarnya.
contohnya:
Menggoda diriku yang lemah ini

Dari kutipan tersebut terdapat gaya bahasa litotes yang mengecilkan keadaan yang lemah pada dirinya.



c. Gaya bahasa Personifikasi
     Gaya bahasa personifikasi yaitu gaya bahasa yang membuat suatu benda mati bertingkah seperti manusia. 
contohnya: 
Dalam kehadiran bangkai-bangkai mati itu

Dari kutipan tersebut jelas terlihat bahwa bangkai-bangkai mati seakan-akan hidup seperti manusia. 



d. Gaya bahasa Hiperbola
     Gaya bahasa hiperbola adalah gaya bahasa yang memberikan pernyataan yang berlebih-lebihan.
contoh:
Biarkan rasa haus membakarku

Dari kutipan tersebut terdapat gaya bahasa hiperbola pada kata rasa haus membakarku. pada kata haus membakarku terlalu berlebihan, karena tidak ada rasa haus sampai membakar diri kita.